Jang Ok Jung~Live In Love

Mulai 8 april 2013, SBS menayangkan 1 lagi drama yang berlatar kerajaan Joseon saat dipimpin oleh King SukJong (Raja ke-19) yang berfokus pada salah 1 selirnya yaitu Jang Hee Bin yg sebelumnya dikenal dengan nama Jang Ok Jung. Dalam drama ini, diceritakan sisi lain dari kehidupan Jang Ok Jung sebelum ia menjadi selir istana dimana dia adalah seorang desainer pakaian wanita & perhiasan yang terkenal di masa itu. Dia mempunyai penampilan yang elegan & mengagumkan.

Berdasarkan informasi dari wikipedia, Raja SukJong memiliki beberapa selir. Beberapa yang kisahnya telah diangkat dalam kdrama adalah kisah selir Choi Suk Bin (Choi DongYi), selir Jang Hee Bin (Jang Ok Jung), dan sepintas tentang Ratu InHyun. Dan aku akan meringkas sedikit informasi yang kudapatkan berdasarkan tokoh-tokoh utama yang diangkat di drama ini…..let see….

1. Jang Ok Jung (Jang Hee Bin)

Gambar

Jang Ok Jung hanya diketahui sebagai seorang keponakan yang pernah disingkirkan seorang pedagang yang bernama Jang Hyeon dan tidak ada catatan tentang siapa ayahnya. Namun, konon menurut sebuah isu, ayahnya adalah Jo Sa-Seok (keponakan kedua Ibu Suri Jangryeol), karena ibu Ok-jeong (Nyonya Yoon) merupakan gundiknya yang terkenal.

Ia lalu menjadi Ibu Suri atas rekomendasi Pangeran Dong Pyeong (keponakan pertama Sukjong yang pernah disingkirkan). Kemudian pada tahun 1686, Sukjong bertemu dengannya setelah sebuah kunjungan dengan nenek buyut tirinya (Ibu Suri Jangryeol) dan kemudian menjadikannya selir dan memberinya gelar Suk-Won (selir ke-8 Raja). Pada tahun 1688, ia dipromosikan mendapatkan gelar So-Ui (gelar tertinggi ke-3 untuk selir Raja), dan pada tahun 1688 ia melahirkan seorang putra, dan mendapat gelar Hee-Bin (gelar tertinggi untuk selir Raja tepat di bawah Ratu). Ketika Inhyeon digulingkan dan dibuang ke pengasingan di bulan Mei 1688, ia menjadi Permaisuri Ketiga yang di dukung oleh fraksi Soron, dan putranya dijadikan Putra Mahkota, yaitu Pangeran Yun yang kelak menjadi Raja ke-20 dari dinasti Joseon dengan nama Raja GyeongJong.

Kemudian pada tahun 1694, dengan kembalinya Ratu InHyun, Permaisuri dikembalikan statusnya menjadi Hui-Bin. Pada tahun 1701, Ratu InHyun meninggal karena suatu penyakit yang tidak diketahui. Konon Raja SukJong memergoki Jang Ok Jung, abangnya, Jang Hui-Jae dan seorang Shaman menjampi-jampi kematian Ratu InHyun (ketika menusuk sebuah boneka dengan panah). Akhirnya Jang Ok Jung, abangnya, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya ditahan & di hukum mati dengan meminum racun. Pada saat itu ia berusia 42 tahun.

Karena peristiwa ini, akhirnya Raja SukJong membuat hukum yang melarang selir-selir diijinkan menjadi Permaisuri di kemudian hari. Jang Ok Jung meninggalkan banyak cerita-cerita rakyat termasuk kehausannya akan kekuasaan, dan sebuah cerita tentang kejadian sebelum kematiannya dengan putranya.

Walaupun demikian, karena ia merupakan ibu dari Putra Mahkota, ia diberikan gelar anumerta “Lady Oksan, Selir Istana yang Agung; Selir Prefektur yang Agung klan Indong Jang

2. Ratu InHyun

Gambar

Putri dari Min Yoo-Jung dan Lady Song, ia menjadi Permaisuri Sukjong dengan pernikahannya pada tahun 1681. Ia dikenal sebagai salah satu Ratu yang terbaik di dalam Dinasti Joseon. Kehidupannya digambarkan di dalam banyak drama sejarah Korea. Ketika selir Jang Ok Jung melahirkan seorang putra pada tahun 1688, terjadi perselisihan berdarah yang disebut Gisa Sahwa. Selama ini, SukJong ingin memberikan putra tertuanya gelar Wonja (Putra Mahkota atau Wangseja) dan ingin mempromosikan Lady Jang dari status So-Ui ke status Hui-Bin. Aksi ini ditentang oleh fraksi Noron (dipimpin oleh Song Si-Yeol & Min Yoo-jung (ayah Inhyeon) sebagai anggotanya), dan ini didukung oleh fraksi Soron (dimana Jang Hui-Jae, abang Jang Ok Jung sebagai salah seorang anggotanya). SukJong menjadi marah dengan oposisi tersebut, dan banyak yang dibunuh termasuk Song Si-Yeol. Banyak anggota fraksi Noron termasuk Ratu InHyun dan keluarganya, dipaksa dibuang ke pengasingan. Ratu InHyun digulingkan dan Jang Ok Jung akhirnya menjadi Jang Hui Bin, dan kemudian menjadi Permaisuri Ketiga.

Kemudian pada tahun 1694, Raja SukJong, merasa menyesal atas sikap temperamennya & membawa kembali Ratu InHyun, yang dipimpin oleh fraksi Soron (kejadian ini disebut Gapsul Hwanguk) ke istana & dikembalikan statusnya sebagai Permaisuri, dengan Lady Jang Ok Jung diturunkan ke status Hee-Bin. Pada tahun 1701 di usia 34 tahun, ia jatuh sakit & meninggal dunia.

Konon ketika Raja SukJong sedang berkabung atas kematian Ratu InHyun, ia memimpikannya mengenakan pakaian sobok yang penuh simbahan darah. Raja SukJong lalu bertanya pada Ratu InHyun bagaimana ia mati, yang kemudian menunjuk ke arah kamar Jang Hui Bin (tanpa berkata apa-apa). Raja SukJong terbangun dari mimpinya dan pergi ke kamar Jang Hui Bin. Ketika mendekat, ia mendengar musik & suara tertawa. Dengan menguping ia melihat Jang Hui-bin dengan seorang Shaman di dalam kamarnya, sedang berdoa untuk kematian Ratu, dan menjampi-jampi kematian Ratu InHyeon (ketika menusuk sebuah boneka dengan panah). Akhirnya Jang Ok Jung, abangnya, dan orang-orang yang terlibat di dalamnya ditahan & di hukum mati dengan meminum racun.

Ia dimakamkan di MyeongReung Propinsi Gyeonggi, dan Raja SukJong kemudian dimakamkan dekat dengannya di area yang sama. Ia tidak memiliki keturunan dengan Raja SukJong. Ia diberikan gelar anumerta “Ratu InHyun, Hyogyeong Sukseong Jangsun Wonhwa Uiyeol Jeongmok”

3. Choi DongYi (Choi Suk Bin)

Gambar

Tidak ada catatan tentang kehidupannya sebelum ia menjadi selir Raja SukJong. Ia adalah seorang pelayan air di dalam istana, dibawah Ratu InHyun. Di suatu malam, ia berdoa di dalam kamarnya untuk kesehatan Ratu InHyun, ketika Raja SukJong yang lewat di depannya setelah bepergian dari luar istana mendengarnya & ia tersentuh akan ketulusan hatinya, lalu menjadikannya sebagai selirnya. Ia menjadi Suk-Ui setelah melahirkan seorang putra pada tahun 1694. Setelah Pangeran Yeoning (kelak menjadi Raja ke-21 dinasti Joseon sebagai Raja YeongJo) lahir pada tahun 1694, ia dipromosikan menjadi Suk Bin. Ia diberikan gelar anumerta “Lady Hwagyeong, Selir Suk dari klan Choi

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s